Minggu, 24 Oktober 2010

Foto Acara Peletakan Batu Pertama Vihara Dhamma Mangala Ketapang Kalimantan Barat

Beberapa foto dari acara tanggal 10/10/2010 pada pukul 10.10 WIB dalam rangka peletakan Batu pertama Vihara Dhamma Mangala di Ketapang, Kalimantan Barat


Peletakan Batu secara simbolis oleh Y.M. Thitananno Thera






Pemberkahan umat oleh Y.M. Subalaratano Maha Thera

Minggu, 17 Oktober 2010

Koleksi Foto Kedatangan para Bhante ke Ketapang Tanggal 09 Oktober 2010



Kedatangan 4 Bhante yaitu Y.M. Subalaratano Mahathera, Y.M. Thitayanno Thera, Y.M. Bhikkhu Suratano, Y.M. Bhikkhu Cakkavalo didampingi Rudi Sugianto dari Patria Pontianak pada tanggal 9 oktober 2010, di Bandara Rahadi Oesman,Ketapang, Kalimantan Barat




Pada Malam hari tanggal 9 oktober 2010 diadakan puja bakti di Cetya Dhamma Mangala, diisi dengan Dhammadesana oleh Bhante Subala, beberapa foto lainnya






Inilah rangkaian acara kami pada saat tanggal 09 Oktober 2010

Jumat, 08 Oktober 2010

Undangan Peletakan Batu pertama Vihara Dhamma Mangala

Sehubungan dengan pembangunan Vihara Dhamma Mangala,kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara ke :

Peletakan Batu Pertama Vihara Dhamma Mangala diadakan pada :

Hari/Tanggal : Minggu 10 Oktober 2010
Waktu : 10.10-selesai WIB
Tempat : Jln. Lingkar kota Rt.30/Rw 10, Kel. Mulia Baru, Kec. Delta Pawan,KETAPANG, KALIMANTAN BARAT, INDONESIA

Atas kehadiran dan perhatiannya seluruh Panitia Pembangunan Vihara Dhamma Mangala mengucapkan Terima Kasih.

Pengurus Blog Ketua

Saccagavesako Romo Kusalo

Jumat, 01 Oktober 2010

Daftar Nama Para Donatur Pembangunan Vihara Dhamma Mangala Ketapang Oktober-Desember 2010

Ini adalah daftar nama para donatur sampai saat ini, nama donatur akan disesuaikan dengan tanggal masuk demi memudahkan pencarian dan pendataan donatur baru, jika ada kesalahan penulisan nama, anda dapat menkonfirmasi ke nomor 081256550188 (Via Sms)
Mohon sertakan Kota Asal anda untuk pendataan, terima kasih.


Tanggal 01/10/2010

Sohar Sobandar (Alm.) & Winawati (Almh.) : Rp 1.000.000
Chang Yun Kie (Almh.) : Rp 1.000.000
Chang Po Lan : Rp 1.000.000
Sugandhi Sanjaya : Rp 300.000
Natasha Sanjaya : Rp 300.000
Nadya Sanjaya : Rp 300.000
Adithya Viryanata, Amanda Mariana, Ardhika Kevala, Mahinda Aggajoti : Rp 10.000.000
Erly Kuwandy : Rp 900.089
Lim Yong Huat (Alm.) & Kwee Ceh Hiang (Almh.) : Rp 250.000
Lim Tau Yong & Lie Man Djin : Rp 250.000
Lay Thit Khiung (Alm.) & Liu Khim Phung (Almh.) : Rp 250.000
Nyo Thong Djim (Alm.) & Lay Ngen Eng (Almh.) : Rp 250.000
Sim Nguan Lian : Rp 500.000
Kwa Ai Pio : Rp 500.000
Tio Un Un : Rp 300.000
Ny Jd Kho See Hong : Rp 100.089

Tanggal 02/10/2010


Roni Effendi : Rp 200.000
Salim Wongso & Leluhur, Yeni Lauw & Keluarga : Rp 5.000.000
Susianti Ng : Rp 1.000.000
Eng Suan : Rp 250.089

Tanggal 03/10/2010

Nn Kho Fifi Kurniawan : Rp 150.089

Tanggal 04/10/2010

Rudi Gunawan,S.E. : Rp 20.000.000
Gunawan Aldjawi : Rp 50.000
Adi : Rp 500.000
Heldin : Rp 100.000

Tanggal 05/10/2010

Ho Choi Lin : Rp 500.000
Song Thiam Lai : Rp 500.000
Lim An Ciok : Rp 100.000
Liu Sung Jung : Rp 300.000
Tju Bui Fung : Rp 300.000
Tio Nam Pheng : Rp 150.000
Gou Lip Hong : Rp 100.000
Khou Kim Hang : Rp 50.000
Khou Lip Seng : Rp 100.000
Gou Chun Pheng : Rp 100.000
Heng Siak Kuang : Rp 200.000
Gui yap Tie/ Yap Nam Khun : Rp 100.000
Yap Siau Tie :Rp 50.000
Lyang Che Ui : Rp 50.000
Bun Hak : Rp 50.000
Ng Ciau Seng : Rp 30.000
Chou Ngok Phin : Rp 50.000
Cia Ciau Tai (Aneng) : Rp 50.000
Khweng Khai : Rp 20.000
Yap Nam Seng : Rp 50.000
Tju Bui Kong : Rp 100.000
Ng Sun Seng : Rp 100.000

Tanggal 06/10/2010

Yanuarwati : Rp 30.000

Tanggal 08/10/2010

Cia Khian Bun : Rp 1.000.000
Ciu Yang Wei : Rp 500.000
Lau Hui Tjuan : Rp 1.000.000
The Lie Hui : Rp 500.000

Tanggal 09/10/2010

Bong Kong Fung : Rp 1.000.000
Chai Hok Chak : Rp 1.000.000
Chai Nyien Lung : Rp 1.000.000
Cong Jun Sen : Rp 500.000
Cong Kien Fong : Rp 50.000
Gou Bak Chai : Rp 100.000
Gou Bak U : Rp 200.000
Gou Hui Miang : Rp 1.500.000
Gou Hui Khim : Rp 300.000
Jau Cau Men : Rp 500.000
Jau Siau Men : Rp 1.000.000
Lie Jun Khiong : Rp 1.000.000
Lie Jun Kiun : Rp 500.000
Lie Kin Khien : Rp 1.000.000
Lie Lif Fie : Rp 5.000.000
Lie Pek Ho : Rp 1.000.000
Lie Pek Yang : Rp 1.000.000
Lim Bu Seng : Rp 1.000.000
Lim Hui Ceng : Rp 500.000
Lim Ngak Ce : Rp 500.000
Lim Ngak Chiau : Rp 200.000
Ng Weng Meng : Rp 1.000.000
Po Cun Kia : Rp 300.000
Seng Bun Tong : Rp 1.000.000
Sen Keng Heng : Rp 1.000.000
Seng Kiang Hong : Rp 500.000
Seng Kiang Meng : Rp 500.000
Tan Sui Kong : Rp 2.000.000
Tan Ce Mong : Rp 5.000.000
Tan Sung Sang : Rp 5.000.000
Yap Khong Fa : Rp 500.000
Fransiska Puspasar : Rp 200.089
Suyandi : Rp 100.089
Herlina Wejuna : Rp 250.089
Lioe Fung Ming & Kel. : Rp 3.000.000

Tanggal 10/10/2010

Lie Bui Tjham : Rp 1.000.089
Rusly Lee Sek : Rp 100.089
Jason dan Indrawaty : Rp 100.089

Tanggal 12/10/2010

Lie Njoek Fie : Rp 10.089


Tanggal 13/10/2010

Suhanda Wijaya : Rp 10.000.000
Chin Phin Fui : Rp 100.000

Tanggal 15/10/2010

Chong Pak Kin : Rp 1.500.000

Tanggal 16/10/2010

NN : Rp 500.000
Fabian Chandra : Rp 150.000
Mery Gan : Rp 100.000
Majalah Dhammacakka : Rp 100.000
Kwee Kun Liong (Alm.) : Rp 500.000
Nani : Rp 500.000
Viriya Citta : Rp 1.000.000
Ariya Chanda : Rp 1.000.000
NN : Rp 2.000.000

Tanggal 17/10/2010

Dani Ciputra : Rp 122.366

Tanggal 18/10/2010

Sutandy Laurus : Rp 20.089

Tanggal 19/10/2010

Heng Su Mang : Rp 1.000.000
Hendrawan Gozali : Rp 500.000

Tanggal 20/10/2010

She Fung Iljas : Rp 200.089

Tanggal 22/10/2010

Ani : Rp 100.000
Neti : Rp 100.000
Lina : Rp 100.000
Mina : Rp 300.000
Pimpin Kusuma Murni : Rp 100.000
Sutandy Laurus : Rp 80.089
Lai Sue Lie & Jau Sun Min : Rp 300.000
Kwee Bun Hue : Rp 500.000
Daniel Winata : Rp 200.000

Tanggal 23/10/2010

CV Pelumasindo KalBar : Rp 1.000.000



Tanggal 26/10/2010

Chandra Tju : Rp 2.000.089
Erick Handoyo : Rp 100.000
Indah Wijaya : Rp 200.000
Lai Feng Chu : Rp 681.450
Keluarga Then : Rp 9.200.000
Kwee Seng Hua (Alm.) & Tan Hui Kim : Rp 1.000.000

Tanggal 28/10/2010

Chrisyanti Tansil : Rp 100.000

Tanggal 29/10/2010

Lina : Rp 50.000
Vera Jessica Tjian : Rp 50.089
Toko Dunia Baru : Rp 100.000
Toko Setia Jaya (Ibu Rossa Iriani) : Rp 200.000
Nyo Hui Kheng (Alm.) : Rp 200.000
Lim Bak Ui : Rp 200.000
Lay Se Se : Rp 200.000
Kundha Mutiari : Rp 3.000.000

Tanggal 31/10/2010

Handoyo Widya : Rp 1.300.089
Liau Su Gek : Rp 150.000

Tanggal 03/11/2010

Ida : Rp 200.089

Tanggal 04/11/2010

Erly Kuwandy : Rp 900.089


Tanggal 05/11/2010

Cu Cen Tung/ Sutarjo T. : Rp 300.089
Gunawan Aldjawi : Rp 50.000
Poppy Anggreni Angka (Bali-Denpasar) : Rp 1.000.000
KT. Endrawati (Bali-Denpasar) : Rp 50.000
Kadek Sariani (Bali-Denpasar) : Rp 50.000
Komang Mariasih (Bali-Denpasar) : Rp 50.000
Niluh Lamiani (Bali-Denpasar) : Rp 50.000
Cristian & Family (Bali-Denpasar) : Rp 200.000
Cahyadi Oetomo Oey (Kaltim-Berau) : Rp 300.000
Grace (Bali-Denpasar) : Rp 100.000
Elly Yinawati (Bali-Denpasar) : Rp 100.000
Oey Kok Dieng (Bali-Denpasar) : Rp 100.000
Widhi (Bali-Denpasar) : Rp 50.000
Richard Benedic (Bali-Denpasar) : Rp 50.000
Vivi Mulyadi (Bali-Singaraja) : Rp 100.000
Merta Negara (Bali-Negara) : Rp 100.000
Ratna (Bali-Negara) : Rp 100.000
Enik (Bali-Denpasar) : Rp 200.000
Inge Herryawati (Jatim-Lawang) : Rp 1.000.000
Budi Hartono (Bali-Denpasar) : Rp 100.000
Ailen Velia Tristanto (Bali-Denpasar) : Rp 100.000
Merya Eveleen (Bali-Denpasar) : Rp 100.000
Nadia Rosaline Lie (Bali-Denpasar) : Rp 100.000
Sarip Tjandra (Bali-Denpasar) : Rp 200.000
Emmy Herryawati (Kaltim-Berau) : Rp 500.000
Vivi Mulyadi (Bali-Denpasar) : Rp 300.000


Tanggal 06/11/2010

Liau Lie Eng : Rp 1.000.000
Billy : Rp 2.000.000
Lie Siong Djun (Alm) : Rp 1.288.000
Cu Lie Khun : Rp 200.000

Tanggal 11/11/2010

Ida : Rp 200.089

Tanggal 13/11/2010

Jong Chin Fuk (Hermansyah) : Rp 150.000

Tanggal 14/11/2010

Ng Piang Chai : Rp 200.000
Lim Gow Pheng : Rp 500.000
Soi Leng : Rp 1.000.000
Ali Simon & Kel. : Rp 200.000

Tanggal 15/11/2010

Rosmeina : Rp 300.089

Tanggal 16/11/2010

Petrus : Rp 50.000

Tanggal 18/11/2010

Sukha : Rp 50.000
Kwee Thiam Heng : Rp 1.000.000
Jeffry Delano & Hendrik Leonardy : Rp 1.000.000
Tauji Toko Mitra Jaya : Rp 300.000
Andy Wijaya : Rp 200.000
Tan Lie Hui Toko Panca Setia : Rp 500.000
A Haw Toko Sumber Utama : Rp 1.000.000

Tanggal 19/11/2010

Hendra (Bali) : Rp 30.000
Cynthia Anggreni (Bali) : Rp 200.000
Angka Mulyadi (Alm.) (Bali) : Rp 250.000
I Made Sura (Alm.) (Bali) : Rp 250.000
Cristin Tanuwijaya (Bali) : Rp 100.000
Chandra Dewi (Bali) : Rp 100.000
Wang Ling Ling (Bali) : Rp 250.000
Jimmy Heryawan (Bali) : Rp 250.000


Tanggal 20/11/2010

Seseorang a.n. Masyarakat Ketapang : Rp 653.000

Tanggal 22/11/2010

Lay Bun Chan : Rp 200.000
Lie Hia Kheng : Rp 1.000.000
Tjiu Djin Tjong (Jinaputto) : Rp 3.000.000

Tanggal 23/11/2010

Dr. Ali Fuchih Siauw, MBA, M. Rep & Keluarga : Rp 2.500.000

Tanggal 27/11/2010

Syaiful Candra : Rp 3.000.000

Tanggal 30/11/2010

Vera Jessica Tjian : Rp 50.089

Tanggal 02/12/2010

Jong Lip Jung : Rp 200.000

Tanggal 08/12/2010

Chrisyanti Tansil : Rp 100.000
Heng Mui Khiang : Rp 200.000

Tanggal 09/12/2010

Yanto : Rp 100.000

Tanggal 13/12/2010

Susanto Wirya Sanjaya & Kel : Rp 5.000.000

Tanggal 19/12/2010

Rosmin Adi & Kel : Rp 200.089

Tanggal 21/12/2010

Chrisyanti Tansil : Rp 100.000
Erly Kuwandy : Rp 3.000.089

Tanggal 22/12/2010

Pemda Kab. Ketapang : Rp 10.000.000

Tanggal 24/12/2010

Tan Lie Kheng : Rp 2.000.000

Tanggal 29/12/2010

Rudy Gunawan, S.E. : Rp 25.000.000





Bunga Bank Juli-September (setelah dipotong pajak) : Rp 682.894
Bunga Bank Oktober (setelah dipotong pajak) : Rp 833.580
Bunga Bank November (setelah dipotong pajak) : Rp 840.412
Bunga Bank Desember (setelah dipotong pajak) : Rp 819.925

Biaya Pembangunan : Rp 1.611.326.979,42
Dana yg terkumpul : Rp 703.400.516,00

Dana yang Masih diperlukan : Rp 908.546.655,42

Bagi anda yang ingin berdana dapat ditransfer ke rekening panitia pembangunan Vihāra Dhammamaṅgala :
Bank BCA Cabang Ketapang
No rek : 8955016897
A/N LAI BUNSUI atau THEN KWET FAM
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

Romo Kusalo Lai Bun Sui 0811572529 / 081256550188
Balakalyano Then Kwet Cung 081352063635
Mangala Putta Then Kwet Fam 085245954233


DANANCA DHAMMACARIYANCA,ETAM MANGGALA MUTTAMAN
BERDANA DAN MEMPRAKTIKKAN DHAMMA,ITULAH BERKAH UTAMA


Sabbe Satta Bhavantu Sukhitta

NB : mohon untuk menambahkan angka 89 pada dana utk memudahkan pengecekan.
contoh : Rp 100.089,- bagi yang sudah mentransfer mohon memberitahukan nama donator dan
jumlah dana ke 081256550188 (mohon via sms aja).nama donator akan kami update terus dan bisa dilihat di www.dhammamangala.blogspot.com
Bila ada yg sudah mentransfer dan namanya tidak ada pada daftar donator mohon untuk mengkonfirmasi ulang ke no 081256550188.

Selasa, 21 September 2010

Fang Sen (Pelepasan Makhluk Hidup)

Fang Sen sesungguhnya merupakan tindakan untuk menebar cinta kasih kepada semua makhluk. Kita dengan melepas makhluk tersebut ke alam bebas maka kita telah menebarkan cinta kasih. Perbuatan ini merupakan perbuatan yang sangat positif untuk melatih diri kita melakukan perbuatan baik dengan memunculkan benih cinta kasih. Fang Sen yang dilakukan sesungguhnya didasari pada harapan agar semua makhluk hidup berbahagia dan bebas dari penderitaan.

Dengan melakukan Fang Sen berarti kita telah berkontribusi dalam menjaga ekosistem untuk menghindari dari kepunahan spesies-spesies. Kita mengembalikan mereka ke habitatnya sehingga mereka dapat bereproduksi untuk menghasilkan hewan-hewan baru. Sebuah tebaran cinta kasih yang mulia.

Umat Buddha memandang Fang Sen ini merupakan kegiatan yang penting dan perlu untuk dilaksanakan secara terus-menerus. Hal ini karena Fang Sen memiliki makna spiritual yang sangat dalam, yaitu : Pengembangan cinta kasih dan kasih sayang kepada semua makhluk. Salah satu cara untuk purifikasi karma buruk, khususnya karma membunuh, yaitu dengan melakukan hal yang berkebalikan (antidote). Dengan Fang Sen, kita telah memperpanjang umur makhluk hidup, yang berkebalikan dengan mengambil nyawa dari makhluk lain.

Pelepasan terhadap satwa mengandung arti pula dengan melepaskan penderitaan hewan dapat hidup bebas dihabitatnya diharapkan dengan perbuatan serupa tersebut kita pun dapat terbebas dari segala kesulitan dan kesukaran hidup yang kita hadapi dan alami. Pengaruh ekosistem, yaitu kegiatan ini ikut menjaga dan memelihara keseimbangan alam, baik habitat yang hidup di air maupun di darat karena kita mengenal adanya hukum alam. Keseimbangan alam akan mempengaruhi hidup manusia. Oleh karena itu kita perlu bijaksana dalam mengatur dan memanfaatkan alam semesta. Tindakan penggalian alam secara maksimal tanpa ada upaya menjaga keseimbangan akan membawa bencana pada manusia nantinya. Buddha Dharma adalah ajaran yang sangat menghargai kehidupan. Setiap makhluk hidup (sekecil apapun) adalah sama berharganya dengan diri kita. Buddha Dharma mengajarkan bahwa tidak ada seorangpun yang berhak mengakhiri kehidupan makhluk lain dengan alasan apapun.

Dalam Kitab Suci Tripitaka, bagian Anguttara Nikaya III, 203, Buddha mengajarkan lima aturan moral (sila) yang dikenal dengan Panca Sila Buddhis. Kelima sila tersebut adalah bahwa seorang umat Buddha bertekad melatih diri menghindarkan diri dari:

  1. pembunuhan makhluk hidup
  2. perbuatan pencurian
  3. perbuatan asusila
  4. ucapan yang tidak benar
  5. minuman yang menyebabkan kesadaran berkurang.
Namun Fang Sen tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, Kegiatan ini diawali dengan pembacaan parita oleh Bhante yang memimpin kegiatan ini, kemudian dilanjutnya dengan pemercikan air parrita kepada hewan yang akan dilepaskan ke alam bebas dan umat yang mengikuti kegiatan Fang Sen. Setelah itu, hewan-hewan tersebut dibawa ke sungai dan dilepaskan ke alam bebas.

Senin, 20 September 2010

32 Ciri Seorang Buddha

Sebagai seorang umat Buddha tentu kita mengenal dan mengetahui siapa Sang Buddha. Yahhh betul, guru kita yang telah membabarkan dan mengajarkan Dhamma kepada kita menuju Nibbana.
Siapa Sang Buddha sebelum menjadi seorang Buddha tentu anda juga tahu. Yaaaa betul, dahulu beliau kita kenal dengan Pangeran Sidharta yang baik hati dan mulia hatinya hingga rela mengorbankan segala yang beliau punya demi mencari jalan melenyapkan penderitaan bagi umat manusia.
Namun pertanyaannya sekarang adalah apakah Pangeran Sidharta dahulu sebelum menjadi Buddha sama saja dengan orang lain?? apakah ada perbedaan atau ciri-ciri khusus pada diri beliau?? jawabnya adalah "Beda", beliau memang sudah mempunyai ciri-ciri seorang Buddha. Lalu tahukah anda ciri-ciri apa yang membedakan seorang Buddha dengan makhluk lain??

Jawabannya adalah:

1) Kaki yang datar

2) Kaki yang bercirikan suatu roda dengan seribu jeruju (Utsanga-pada)

3) Jari tangan yang ramping

4) Kaki dan tangan yang lemah gemulai

5) Jari kaki dan tangan terselaput secara indah (Jal-anguli-hasta-pada)

6) Tumit yang berukuran sempurna

7) Permukaan bagian atas di antara jari kaki dan pergelangan kaki melengkung

8) Paha yang seperti raja rusa jantan

9) Tangan yang mencapai ke bawah lutut

10) Alat tubuh rahasia lelaki yang tersembunyi

11) Tinggi dan lebar tubuh yang seimbang

12) Rambut yang berwarna biru tua

13) Bulu badan yang ikal dan halus gemulai

14) Tubuh yang berwarna keemasan

15) Kaki yang memancarkan cahaya

16) Kulit yang lembut nan halus

17) Tujuh bagian tubuh (2 telapak kaki, 2 muka tangan, 2 bahu dan kepala gigi) padat ideal (Sapt-Otsada, Sapt Occhada)

18) Dibawah ketiak berisi padat (Cit-antaramsa)

19) Tubuh berbentuk singa

20) Tubuh yang lurus (Nyagrodha)

21) Bahu yang padat (Susamvrita)

22) Jumlah gigi empat puluh

23) Gigi yang putih, rata, rapat (Avirala-danta)

24) Empat gigi taring putih murni

25) Rahang yang seperti rahang singa

26) Air liur yang dapat melezatkan makanan (rasa-rasagrata)

27) Lidah yang panjang dan lebar (Prabhuta-tanu-jihva)

28) Suara yang ulam dan merdu (Brahma-svara)

29) Mata yang biru tua (Abhinila)

30) Bulu mata seperti bulu mata raja sapi jantan

31) Suatu lingkaran putih di antara bulu matanya memancarkan cahaya (urna)

32) Kepala gigi yang penuh daging

Minggu, 19 September 2010

Biarkanlah Pohon Itu Tumbuh - Ven. Ajahn Chah

Sang Buddha menjelaskan bahwa segala sesuatu secara alamiah, sekali Anda telah melaksanakan tugas Anda, serahkanlah hasilnya pada alam, pada kekuatan akumulasi karmamu. Akan tetapi pengerahan usahamu harus tidak berkurang. Apakah buah kebijaksanaan itu datangnya cepat atau lambat Anda tidak dapat memaksanya, seperti halnya Anda tidak dapat memaksa tumbuhnya sebuah pohon yang Anda tanam. Pohon itu punya masanya sendiri. Tugasmu hanyalah menggali lubang, mengairi dan memupuknya, serta menjaganya dari hama. Tapi cara pohon itu bertumbuh adalah terserah kepada pohon itu sendiri. Jika Anda berlatih seperti ini, yakinlah Anda bahwa semuanya akan beres, dan tanaman Anda akan tumbuh.

Karena itu, Anda harus mengerti perbedaan antara kerja Anda dengan kerja pohon itu, Serahkanlah urusan pohon itu kepada pohon itu, dan bertanggung jawablah kepada urusan Anda sendiri. Jika batin tidak tahu apa yang perlu ia lakukan, ia akan memaksa tanaman itu untuk tumbuh, berbunga dan berbuah pada hari yang sama. Ini adalah pandangan yang salah, penyebab besar dari penderitaan. Berlatih sajalah pada arah yang benar dan serahkan hasilnya pada karmamu. Kemudian, apakah akan membutuhkan waktu satu atau ribuan kali kehidupan, latihan Anda akan berada dalam kedamaian.

Sumber : Buku Telaga Hutan Yang Hening By Mutiara Dhamma.